You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Nogosari
Logo Desa Nogosari
Nogosari

Kec. Ngadirojo, Kab. Pacitan, Provinsi Jawa Timur

Selamat Datang di Kantor Pemerintah Desa Nogosari ; Melayani dengan Sepenuh Hati; Jam Pelayanan: Senin s/d Kamis Pukul 08.00 - 14.00 WIB | Jumat Pukul 08.00 - 11.00 WIB; Sabtu, Minggu & Hari Libur Nasional Tutup. Running Teks

Profil Desa Nogosari

DIYAN PURNOMO 24 April 2026 Dibaca 10 Kali
Profil Desa Nogosari

Profil Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan

(Strategi, Sejarah, dan Arah Masa Depan Pemerintah Desa Nogosari)

1. Gambaran Umum Desa

Desa Nogosari merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Ngadirojo, bagian dari Kabupaten Pacitan. Kecamatan ini sendiri berada sekitar ±39–40 km dari pusat kota Pacitan dan terdiri dari 18 desa dengan potensi ekonomi berbasis pertanian, UMKM, dan industri rumah tangga.

Secara geografis dan ekonomi, Desa Nogosari dikenal sebagai wilayah dengan potensi:

  • Pertanian dan hasil bumi

  • Industri rumahan (emping melinjo, keripik)

  • Kearifan lokal berbasis budaya dan religiusitas masyarakat

Dalam konteks modern, Pemerintah Desa Nogosari juga mulai bertransformasi menuju desa digital melalui penguatan layanan publik berbasis teknologi, salah satunya melalui portal resmi:
👉 https://www.nogosari-pacitan.desa.id


2. Sejarah dan Asal Usul Desa

Sejarah Desa Nogosari tidak bisa dilepaskan dari kisah para tokoh leluhur yang memiliki pengaruh besar dalam pembentukan karakter masyarakatnya.

Menurut cerita turun-temurun, desa ini bermula dari seorang tokoh dari Ponorogo yang melakukan perjalanan (lelono) ke arah selatan dan menetap di wilayah yang kemudian dikenal sebagai Plelesan. Tokoh ini dikenal sebagai Ronggo Plelesan.

Setelah beliau wafat, kepemimpinan dilanjutkan oleh Mbah Contiko, lalu berkembang dengan hadirnya tokoh penting lain yaitu:

Eyang Yahudo

Eyang Yahudo (atau Yudonegoro), seorang prajurit yang terkait dengan perjuangan dakwah Islam, berperan besar dalam perkembangan spiritual dan sosial masyarakat Nogosari. Kehadirannya membawa perubahan signifikan, terutama dalam bidang keagamaan dan budaya masyarakat.

Nama “Nogosari” sendiri diambil dari banyaknya pohon Nogosari yang tumbuh di wilayah tersebut, termasuk di sekitar makam Eyang Yahudo yang hingga kini masih dihormati masyarakat.

Selain itu, Desa Nogosari juga memiliki nilai historis nasional, karena pernah menjadi tempat singgah Panglima Besar Jenderal Sudirman pada masa perang gerilya tahun 1949.


3. Daftar Kepala Desa Nogosari (Historis)

Berikut adalah daftar kepala desa (lurah/demang) yang pernah memimpin Desa Nogosari berdasarkan sumber sejarah lokal:

  1. Poncoikromo

  2. Citroprawiro

  3. Padmowijoyo

  4. Soeko Tj (1960–1964)

  5. Martoprawiro (1965–1990)

  6. Joko Suprapto (1991–2007)

  7. Dwe Ina Susianto (2008–2009)

  8. Suparman (2010–2015)

Perkembangan kepemimpinan desa menunjukkan kesinambungan yang cukup kuat dalam menjaga stabilitas sosial dan pembangunan desa.

Dalam perkembangan terbaru, kepemimpinan desa terus beradaptasi dengan regulasi nasional, termasuk perubahan masa jabatan kepala desa menjadi 8 tahun sesuai undang-undang terbaru. 


4. Peran Strategis Pemerintah Desa Nogosari

Dalam perspektif pembangunan modern, Pemerintah Desa Nogosari memiliki peran strategis sebagai:

a. Penggerak Ekonomi Desa

  • Pengembangan UMKM lokal

  • Penguatan produk unggulan desa

  • Peningkatan nilai tambah hasil pertanian

b. Pelayanan Publik Digital

Melalui website resmi:
👉 https://www.nogosari-pacitan.desa.id
pemerintah desa membuka akses informasi, layanan administrasi, dan komunikasi publik yang lebih transparan dan efisien.

c. Penguatan SDM dan Sosial

  • Pendidikan non formal

  • Kegiatan keagamaan

  • Pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas


5. Identitas Sosial dan Budaya

Desa Nogosari memiliki identitas kuat yang dibangun dari:

  • Nilai religius (pengaruh Eyang Yahudo)

  • Budaya gotong royong

  • Filosofi “Nogosari BISA” (Berkarya, Iman, Sejahtera, Aman)

Nilai ini menjadi fondasi dalam membangun desa yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga tetap menjaga akar budaya dan spiritual.


6. Arah Pengembangan Desa (CEO Perspective)

Jika dilihat dari perspektif strategis (CEO-friendly), Desa Nogosari memiliki beberapa peluang besar:

1. Digitalisasi Desa

Transformasi melalui platform resmi desa menjadi pintu masuk untuk:

  • Smart village

  • Transparansi anggaran

  • Branding desa

2. Branding Berbasis Sejarah

Tokoh seperti Eyang Yahudo bisa menjadi:

  • Ikon wisata religi

  • Identitas kultural desa

  • Diferensiasi dari desa lain

3. Penguatan Ekonomi Lokal

  • Produk UMKM berbasis pangan lokal

  • Integrasi dengan pasar digital

  • Pengembangan desa wisata


7. Kesimpulan

Desa Nogosari bukan sekadar wilayah administratif, tetapi sebuah entitas dengan:

  • Sejarah kuat (dari Ronggo Plelesan hingga Eyang Yahudo)

  • Kepemimpinan berkelanjutan

  • Potensi ekonomi dan budaya yang besar

Melalui peran aktif Pemerintah Desa Nogosari dan dukungan transformasi digital melalui
👉 https://www.nogosari-pacitan.desa.id,

Desa Nogosari memiliki peluang besar untuk menjadi desa maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi di Kabupaten Pacitan.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan